Ideini.Com | Situs Informasi Terkini!

Situs Media Informasi Online Yang Berisi Info Info Menarik, Terbaru dan Terhangat | Entertaiment | Teknologi | Olahraga | Hiburan

Warga Ikut Menghalangi, Eksekusi Rumah di Semarang Ricuh

 
Semarang Eksekusi rumah di Jalan Jangli No. 4 Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Semarang berlangsung panas dan nyaris ricuh. Penghuni rumah dibantu warga berusaha menghalang-halangi petugas eksekusi.

Kuasa hukum penghuni rumah, Aris Munandar mengatakan menolak rumah dengan model bangunan Belanda tersebut untuk dieksekusi karena kliennya yang bernama Dwi Yudo Mulyono sudah mengajukan verzet di Pengadilan Negeri Semarang.

"Pihak tergugat telah mengajukan verzet di PN Semarang dan itu sudah diterima. Jadi harus menunggu perlawanan hukum selesai," katanya di lokasi, Jalan Jangli, Semarang, Rabu (11/7/2012).

Selain itu, kuasa hukum juga menilai adanya cacat hukum karena penggugat, The Yok Ham pernah kalah dalam gugatan dengan perkara tanah dengan obyek yang sama. Namun saat itu yang digugat adalah adik Dwi, Yusuf Lukman Konastianto.

"Seharusnya dengan obyek yang sama tidak bisa dilakukan gugatan dua kali karena gugatan pertama ada kekuatan hukum," terang Aris.

Wakil Panitera PN Semarang, Sri Banowo mengatakan di lokasi mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugasnya berdasarkan gugatan tahun 2012 dengan kasus perdata nomor 183. "Saya tidak bisa mempermasalahkan materil, hanya kasus perdata nomer 183. Soal nanti putusan verzet, kita tunggu putusannya," ungkapnya.

Rumah yang merupakan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda tersebut awalnya dihuni oleh Yakoeb Hidayat sejak 1 Januari 1962 atas izin Pemkot Semarang. Namun setelah Yakoeb meninggal, pada tahun 2002 anaknya yang bernama Yusuf Lukman Konastianto digugat oleh The Yok Ham atas kepemilikan tanah seluas 1359 m2 itu.

The Yok ham yang mengaku berhak atas bangunan tersebut, berdasar pembelian dari NV Handelen Bouw Maatschappy The Hiok Djiet selaku pemegang hak. Pria warga Jakarta itu pun menggugat Yusuf. Namun gugatan tersebut ditolak berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Semarang.

Pada tahun 2010, keluarga Yusuf kembali digugat oleh The Yok Ham, tapi kali ini yang digugat adalah kakak Yusuf, Dwi Yudo Mulyono. Ia digugat karena mengajukan permohonan hak (pensertifikatan) untuk tanah seluas 2280 m2 yang menempati bagian lain pada obyek sengketa yang dikuasai Yusuf. Gugatan tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Negeri.

Meski gugatan belum sampai ke MA, The Yok Ham mengajukan permohonan eksekusi pengosongan. Pihak keluarga dan warga sekitar pun berusaha menghalang-halangi petugas.

Proses eksekusi sempat memanas, bahkan beberapa warga menaiki pagar untuk menghalang-halangi petugas. Keadaan kembali tenang setelah pihak penggugat dan tergugat berunding.

Sementara itu kuasa hukum penggugat, Yudi sasongko mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengajukan alternatif damai namun selalu ditolak oleh keluarga Dwi. Maka dari hasil perundingan, disetujui untuk diadakan eksekusi, namun rumah berstatus quo.

"Sama-sama tidak menempati. Namun pihak sana (Dwi) mengajukan peninjauan kembali dan kalau terbukti maka kami rela," katanya.

Sumber: detik.com

Belum ada komentar untuk "Warga Ikut Menghalangi, Eksekusi Rumah di Semarang Ricuh"

Posting Komentar